Ketua HIPHI Berikan Kesaksian Sidang Pra Peradilan Kasus Judi

Ketua Himpunan Industri Pariwisata dan Hiburan Indonesia (HIPHI) Kota Bandung Barli Iskandar sempat mempertanyakan kegiatan operasi yang dilakukan oleh Polrestabes Bandung pada dua lokasi arena ketangkasan pada Jumat (17\/2\/2012) lalu. Namun saat itu polisi tidak memberikan keterangan yang jelas dan hanya menyatakan kegiatan merupakan perintah atasan.

Hal itu diungkapkan Barli saat menjadi saksi dalam sidang pra peradilan di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Senin (27\/2\/2012). Pemohon yaitu Cynthia Adriany istri Tonny pemilik arena ketangkasan Octo Zone yang menjadi tersangka kasus dugaan perjudian judi poker online. Pihak termohon dari Polrestabes Bandung yang diwakili oleh kuasa hukum dari Bidkum Polda Jabar.

\\\”Saya berada di lokasi sewaktu kegiatan itu dilakukan. Saya sempat bertemu dan bertanya pada Pak Agung (Wakasat Intel Polrestabes Bandung-red) ada apa ini. SOP-nya seperti apa. Tapi saya tidak dapat penjelasan konkrit saat itu,\\\” ujar Barli.

Namun saat itu, polisi (termasuk Agung-red) terlihat begitu sibuk dengan kegiatan tersebut sehingga tak memberikan jawaban yang memuaskan.

\\\”Dia hanya bilang kalau kegiatan itu perintah atasan,\\\” katanya.

Bahkan saat itu dirinya juga sempat meminta pada pihak kepolisian untuk menyegel terlebih dahulu lokasi tersebut sebelum membawa mesin-mesin ketangkasan tersebut.

\\\”Saya bilang. Segel saja dulu,\\\” tuturnya. Sekretariat HIPHI dengan lokasi Octo Zone berada dalam satu gedung yang sama dan berdekatan tempatnya satu sama lain.

Sebagai Ketua HIPHI yang menjadi wadah dan juga pengawas, Barli mengaku sebelumnya tak pernah menerima surat pemberitahuan ataupun pemanggilan sebagai saksi atas dugaan perjudian di lokasi tersebut.

Selain Barli, beberapa orang karyawan Octo Zone juga dihadirkan untuk dimintai kesaksiannya. Agenda sidang hari ini yaitu penyerahan bukti-bukti dan mendengarkan keterangan saksi.

\\\”Secara pribadi, saya juga belum pernah melihat adanya surat penangkapan penggeladahan dan penyitaan,\\\” kata saat menjawab pertanyaan di hadapan hakim tunggal, Arifin Dolok Saribu di ruang sidang III.