Polisi Menulusuri Jefry Sun yang Membawa Lari Uang Judi Rp 2,1 M di Kamboja

Polisi masih menelusuri pria bernama Jefry Sun yang semula membawa 16 Warga Negara Indonesia (WNI) untuk bekerja ke Kamboja. Akibat ulah Jefry, perusahaan perjudian di Kamboja menahan para WNI tersebut.

Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Pandra Arsyad menyatakan, berdasarkan informasi awal yang diperoleh, Jefry diduga berasal dari Selatpanjang, ibu kota Kepulauan Meranti.

“Dari hasil keterangan sejumlah saksi, disebut Jefry merupakan warga Selatpanjang. Selama ini bekerja sebagai supervisor di perusahaan perjudian¬†pokerrepublik di Kamboja,” kata Pandra dalam keterangannya, Jumat (15/5/2015).

Jefry ini diduga orang yang membawa 13 orang asal Selatpanjang dan 3 asal Batam, Kepulauan Riau (Kepri) ke Kamboja. Pihak perusahaan perjudian, lanjut Pandra, telah menghubungi salah seorang dari pihak keluarga dari 16 WNI tersebut.

“Pihak perusahaan perjudian menyampaikan kepada keluarga, bahwa anak mereka terpaksa disandera. Ini karena Jefry yang membawa mereka bekerja telah melarikan uang perusahaan,” kata Pandra.

Dari keterangan orang tua korban juga, diketahui adanya ancaman dari pihak perusahaan. Bila uang tersebut tidak dikembalikan oleh 16 orang tersebut, maka kasusnya akan diserahkan ke polisi setempat.

“Inilah yang masih kita dalami kasusnya untuk bekerja sama dengan Polda Riau dan Interpol. Bahwa yang melarikan uang perusahaan itu kan Jefry, tapi anehnya justru enam belas orang itu yang ditahan,” kata Pandra.

Untuk mengetahui siapa sebenarnya Jefry Sun, polisi berkoordinasi dengan pihak imigrasi dan organisasi paguyuban Tionghoa yang ada di Selatpanjang. Termasuk juga koordinasi ke Dinas Kependudukan Sipil Kabupaten Kepulauan Meranti.

“Namanya disebut-sebut Jefry Sun, namun untuk memastikan hal itu kita akan telusuri lebih jauh soal administrasi kelengkapan datanya. Bisa jadi nama aslinya bukan Jefry Sun, atau bisa jadi ada nama lainnya. Makanya kita akan telusuri lebih jauh,” kata Pandra.

Seperti diberitakan, sebanyak 16 WNI ditahan pihak perusahaan kasino judi online Dai Long Co. Ltd. di Grand Dragon Resort and Casino di Chrey Thom Village, Kandal Province yang berjarak sekitar 83 kilometer dari Pnom Penh, ibu kota Kamboja. Para WNI tersebut dituduh terlibat penggelapan uang perusahaan sebesar Rp 2,1 miliar. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Phnom Penh masih menelusuri kasus ini dan berupaya menemui para WNI tersebut.